Tampilkan postingan dengan label Pendapat Gue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendapat Gue. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2016

"Yang benar" atau "Yang dianggap benar"?

Perlu di ingatkan kembali beberapa waktu yang lalu saya pernah menghilang, dan tidak menulis lagi di blog ini. Dan setelah cek tanggal terakhir saya tulis yaitu artikel yang berjudul "Hope" pada tanggal 19 September 2015. (Jika kalian berpikir bahwa saya merayakan hari Anniversary itu jawabannya tidak, mengapa? Ya buat apa juga, Lol). Sudah setahun lebih sebulan saya tidak pernah menyentuh website yang saya buat semenjak SMP ini. Tapi, bukan berarti saya tidak pernah menulis, bedanya mungkin beberapa waktu selama saya hiatus, saya menulis dalam bentuk yang berbeda. Pertama dalam bentuk tugas (khususnya praktikum kuliah), kedua ringkasan (FYI, saya tipe orang belajar dengan cara menulis kembali dengan apa yang saya simpulkan), ketiga contekan.

Selama hampir satu tahun lebih sebulan, saya menjalani dan mencicipi mulai dari hidup sebagai anak kost, serba serbi soal perkenalan di kampus, pengalam bikin film pendek (dimana saya sebagai penulis naskah), dan sampai perjalanan spiritual saya sendiri, baik tentang Islam itu sendiri ... atau termasuk soal cinta. (Tsahhh). Tapi ya, semuanya gak bakal diceritakan semuanya, lebih tepatnya belum saatnya untuk menceritakan apa yang pernah terjadi. Alasannya? Simpel, belum tentu apa yang nanti saya bicarakan bisa diterima oleh semua khalayak, dan disisi lain ... saya ingin menyimpan kenangan itu lebih lama, (Ya hingga Allah berkata bahwa inilah saatnya).

Ngomong-ngomong, selama hiatus juga saya mulai memiliki rasa cinta yang lebih akan kebudayaan Sunda. Hal ini jelas saya sadari ketika mirisnya melihat bagaimana cara berbicara mereka, (memang tidak semua tapi itu jadi contoh penduduk pendatang / merantau.) Pembaca boleh berpikir saya terlalu serius atau tidak bisa diajak bercanda, it's okay. That's your opinion, and this is my opinion. 
Beberapa orang (atau mungkin pembaca) pernah mendengar kalimat: Aing dan Maneh. 

Aing dan Maneh merupakan kata yang berasal dari Bahasa Sunda kasar yang artinya aku dan kamu. Banyak teman penulis yang berasal dari luar Jawa Barat (luar tanah Sunda) berbicara menggunakan format Aing Maneh. Oke, mereka tidak tahu, oleh karenanya saya membetulkan bahwa yang mereka ucapkan itu kurang tepat penggunaannya. (Aing dan Maneh biasanya digunakaan saat pertengkaran atau temasuk kaya kasar.) Jadi kesannya seperti orang yang tengah bertengkar.

Tapi apa yang terjadi jika orang Sunda aslilah yang berbicara seperti itu?

Ya, begitulah. Sama seperti kita memukuli orang, jelas salah. Tapi jika kita memukuli orang beramai-ramai (mengeroyok) tidak ada perasaan bersalah. Sesuatu kesalahan yang dilakukan bersama-sama akan tampak seolah-olah tidak salah. Entah itu hukum alam? Atau memang sebuah teori? Entahlah, yang jelas, kebiasaan ini telah menjadi salah satu hal yang umum dan diterima oleh semua orang dan dianggap benar.

Pertanyaan adalah:

"Apakah anda akan melakukan yang benar? Atau memilih melakukan sesuatu yang sudah dianggap benar?"

Sabtu, 19 September 2015

Hope

18 September 2015, pukul 11:35 PM gue baru pulang dari acara Addictive Aids di kampus gue (Ciee Mahasiswa baru, buat cerita gue di kampus baru entar aja), saat itu gue tiduran dikasur lalu ngecheck Sony XPeria Miro gue, dan tersadar kalau handphone gue udah mati. Lekas gue ambil charger terus di-charge tuh hape, seperti biasa layaknya mahasiswa rantauan, pulang kekostan (kebetulan gak asrama karena penuh) terus lanjut menghitung uang gue di dompet, sebagai mahasiswa yang jauh dari orang tua, uang adalah salah satu faktor terbesar untuk hidup di sini, makannya gue selalu mengecheck dompet gue secara berkala, apakah masih beruang atau sudah berlubang karena copet, atau malah sudah bersarang.

"180 ribu lagi" ujar gue.

Ketika hendak mau menutup dompet gue dan menyimpan dilemari, gue lihat ada pas photo gue pake dasi + baju SMA yang notabene itu photo buat SKHUN (yang kagak berwarna dengan margin berenda-renda), terus ngelirik, ada pas photo 3x4 pacar gue pake jilbab putih disampingnya. Ngakak. Gua ganti dengan pas photo terbaru untuk keperluan kuliah, setelah mencabut pas photo lama gue, gue lihat ada sebuah tulisan yang sangat berati bagi gue, begini tulisannya

To: Ibu

Ibu semoga cepat sembuh, sehat selalu, panjang umurnya..

From : Annisa

Sontak gue ingat akan kejadian yang membuat gue tersenyum bangga, hari itu tepat bertepatan 14 Februari 2013, ya Hari Valentine, atau sering disebut juga Hari Kamis (coba check di Kalender, guamah bener (|l'~•_•)~ ) kebetulan gue janjian ketemu sama pacar gue sepulang sekolah, terus sengaja beli coklat, cuma bedanya, kalau gue beli coklat itu bisa kapan aja, gak harus beli tanggal 14 Februari, toh 17 Agustus juga bisa apa salahnya, lalu gue dan pacar gue sepakat coklat yang gue beli itu gue kasih ke orang tua pacar gue dan coklat yang dibeli pacar gue itu buat orang tua gue, dan satu lagi kita sengaja nulis sebuah ucapan do'a atau sepucuk harapan bagi mereka, dan saatnya pun tiba kita bertukar coklat dan surat tersebut lalu memberikan coklat dan surat tersebut kepada orang tua kita masing-masing.

Gue masih ingat kebetulan ibu gue itu lagi sakit sehingga lagi gak dinas di Rumah Sakit (beliau kerja di RSUD) dengan santai gue mendekati dia, mencium tangan dan pipinya, lalu memberikan coklat dan surat tersebut

"Bu, nih ada titipan dari Firda"

"Alhamdulillah, apa nih?" ujarnya dengan wajah ke ibu-ibuan

"Coklat, nih juga ada suratnya"

Ibu gue membuka suratnya dan membacanya, tidak lama ia tersenyum lalu membuka coklatnya dan memakannya

"Suratnya buat aa yah,"

"Iya, tapi kok aa gak dikasih coklat?"

"Lah..., besok juga tinggal nagih aja ke firda kalau mau, toh sekarang lagi gak mau makan coklat malah kepengen sop Iga bakar"

Ibu gue tersenyum kecil

Lalu gue berniat ganti baju dikamar gue,

"Ya tapi..." kata gue dibalik pintu kamar.

"Kalau coklatnya gak habis kan mubadzir jadi aa bantuin makannya" ujar gue yang disusul tertawanya ibu gue, mungkin karena anaknya dia tau gue bakal bilang begitu.

Dan sekarang, ibu gue udah wafat, dan gue tau tidak lama setelah surat tersebut selisih beberapa bulan pada bulan April, dengan senyum di wajah jasad almh. Ibu gue, beliau menghadap kepada sang khalik melepaskan segala urusan duniawinya, dan menyerahkan segala hal yang ia miliki di dunia ini kepada kami, khususnya gue, hingga saat ini pun terkadang kami berbincang ria di alam mimpi, tak perlu penjelasan secara teoritis layaknya ilmuwan dan ahli fisikawan, apapun itu wujudnya dan alamnya, seseorang yang mati akan terus hidup di jiwa orang yang mengingatnya (Wataru, Takagi).

Dan satu hal saat gue membaca surat ini, gue berpikir kalau saat ibu gue masih ada, pacar gue menuliskan sebuah harapan agar beliau lekas sembuh dan diberikan umur yang panjang walau pada dasarnya umur manusia sudah ditentukan sebelum jagat raya ini terbentuk, tapi ia sudah berdo'a dalam bentuk sebuah surat dan sudah berharap agar beliau sehat seperti sedia kala. Tidak ada alasan bagi gue untuk tidak berharap akan orang tuanya diberi kesehatan, tidak ada alasan pula bagi gue untuk tidak mendo'akan keluarganya.

Dan yang penting, tidak ada alasan bagi gue untuk meninggalkan seorang wanita yang tulus mendo'akan orang tua gue.

Senin, 26 Januari 2015

Cinta dan Prinsip

Ada satu hal yang perlu dipertanyakan dalam sistem pemerintahan dikelas gue, bagi orang-orang yang se SMA atau se kelas atau se kostan, bahkan se ranjang pasti udah tau hubungan dua orang berikut : Nu'man dan Utami. Gue tau mereka itu ada satu hubungan, yang gue terka hubungannya pacaran, tapi mereka kagak pernah ngaku kalau mereka pacaran. Pernah gue konsultasi ngomongin soal mereka ke temen gue, dan gue tanyain pendapat dia soal hubungan mereka yang deket kaya pacaran, saling sayang satu sama lain bahkan sering antar jemput kesana kemari, gue ngomong "Coba lo pikir masa orang kaya gitu gak pacaran kan ?" temen gue balik nanya "Nu'men (Nu'man) itu yang berkumis kan ?" gue jawab "iyeh". Dia merenung sekejap. Berpikir. Gak kurang dari satu menit tiba-tiba berkeringat di wajahnya sampe kebaju-bajunya. Gue mikir "gila nih temen gue langsung nanya ke jin, baru tau gue dia punya yang beginian". Tiba-tiba dia menghela nafas. "mungkin perlu energi banyak buat ngeluatin tuh jin". Dan tiba-tiba "prrrtt...". Suara misterius terdengar. Dari arah belakang. Tepatnya pantat. Temen gue.

"Sorry gue kentut" kata dia polos. Yang tadi gue berpikir "perlu energi banyak buat ngeluarin tuh jin" berubah jadi "perlu energi banyak buat ngeluarin tuh gas". Setelah normal dari cuaca nan ekstrem akhirnya dia buka mulut. "mungkin bukan hubungan pacar tapi hubungan 'Ayah-anak' gimana ?". Gue diem. "kan ayah sayang ke anaknya sering nganterin anaknya". Gue mikir, emang bener sih dan juga si Nu'man itu berkumis, tapi sebelum gue berjalan jauh dan yakin hubungan mereka soal ayah dan anak gue teringat kalau mereka temen sekelas gue. apa kata dunia ayah ama anak se umur + se kelas lagi, ayah macam apa itu!? Okeh karena bingung akhirnya gue pengen nanyain langsung suatu hari dan hari itu tiba pada malam hari tanggal 25 januari setelah gue selesai bersama temen-temen gue urusin bendera kelas buat defile.

***

Pukul di jam hape gue nunjukin jam 11 malam. Di depan kelas gue itu ada gue, bowo, evridha, agung, elsandi, yuni dan tentunya utami ama nu'man. Langkah pertama gue tunjukin photo-photo kemereka soal photo hasil jepretan gue, seperti biasa mereka minta gue untuk ngehapus photo mereka tapi gue tolak. Ngerasa kurang efektif akhirnya gue langsung ngomong ke dia

*for dialogue :
B : Bowo
U : Utami
N : Nu'man
G : Gue (ganteng)
E : Evridha
S : Sri
A : Agung
L : Elsandi

*This is a  exclusive conversation*
G : Man jadi lu gimana ama si utami
N : Apasih gue gak pacaran ama dia kok
G : siapa yang ngomong pacaran bego
N : lahh lu mah pasti nyinggu soal itu-lah
B : udeh gini gue mau nanya ama lo man sama utami
U : mo nanya apa lo ? Males ah
B : buat lo dulu man, lo cowo kan ?
N : iyalah, bego
B : Terus kenapa lo gak nembak - nembak ?
N : lahh males gue jawabnga.
B : buat lo mi, lo kan cewe, kalau si nu'man nembak lo gimana ?
U : mati
G : kalau nu'man nyatakan cinta ke lo ?
U : ya gak taulah,
B : lah lu bakal nerima kagak
U : gak gau..
B : gak soalnya emang enak kalo cowo yang lo sukai ada disamping lo tapi gak pernah nembak lo
U : ...
B : mo ngapain lo nungguin cowo yang kagak punya keberanian buat nyatain cinta ke lo terus kagak punya prinsip
G : *ngomong dalam hati* anjrit! si bowo badan aja kecil tapi ngomong pedes!!
B : gimana, hidup lo ada di tangan cowo yang kagak jelas.
G : udah, man kalau lo udah berapa kali suka ?
N : 2x
G : berapa kali lo nyataim cinta ?
N : belom
G : kenapa ? Lo takut ?
N : ...
G : man, lu tuh kalau emang cowo, nyatain kalo lo itu sayang cinta setidaknya lu ngomong, masalah diterima gaknya urusan belakangan
B : bener
G : gimana lu ?

si nu'man berdiri sambil masuk ke kelas sambil ngomong "yang jelas gue pengen selamanya ama si Utami".
Gue ama temen-temen diem kagak bisa ngomong, setidaknya dia udah nyatain satu kata ke si utami didepan kita-kita.
Setelah itu temen gue si evrdiha bilang "jir so sweet...". Mungkin dia bilang so sweet tapi kenyataannya, dia tuh bilang "kenapa bukan gue di posisi si utami dan si nu'man itu adalah bayu yang ngomong gitu".

Dan saat itu gue sadar kalau gue ama nu'man itu beda, *iyeh gue kurus dia agak kurus*. Gue (dan kebanyakan orang) berprinsip bahwa gak ada salahnya dengan status berpacaran, dan gue pikir itu meminimalisir orang lain yang hendak berbuat macam-macam ke pacar gue. Dan gue nganggap pacar itu gak sebatas pacar tapi semua status ada di pasangan gue (baca dengan klik : seorang pacar).
Dan si nu'man berprinsip bahwa cinta itu gak sepenuhnya harus dengan status, walaupun penuh resiko buat si utami bakal ditembak orang lain, dan gak ada alasan buat si utami untuk menerima suatu saat nanti, mungkin kaya film "you're my apple of my eyes, tanpa ada akhir. Gue tau gue sama nu'man itu bertolak belakang tapi ada satuhal yang sama dari kita berdua, kita sama-sama berlandaskan setia pada pasangan kita. Oke, setia itu gak tau kedepannya gimana, gue sama nu'man pun kagak tau gimana kedepannya, tapi gue selalu berdo'a agar selalu bersama Annisa dan mungkin si nu'man juga begitu.

But.... we'll do the best for our couple. So, apakah cinta perlu bernamakan status ? Yang jelas cinta itu perlu prinsip, buat dia senang, jangan buat dia sedih, buat dia nyaman, jangan buat dia bosan, buat dia menghormati lo, jangan buat dia takut sama lo, buat dia terkesan, jangan buat lo itu beban, buat dia kawan, jangan buat dia lawan, jadikan dia bintang, jangan jadikan dia karang, perlakukan dia dengan penuh rasa sayang, jangan perlakukan dengan penuh rasa garang, buat dia bangga memilih lo, jangan buat dia menyesal memilih lo.

Dan satu lagi, lakukan yang terbaik buat dirinya, bukan karena semata-mata dia pacar lo, tapi semata-mata dia adalah tulang rusuk lo.

Kamis, 15 Januari 2015

Before and After

"Vroh.. udah ada guru tuh Pak Djudjun" teriak temen gue yang jaga di balik pintu kelas. Tanpa di komando lagi, seketika temen-temen yang pada asyiknya nonton film Doraemon Stand by me di laptop, sedangkan gue cuma focus nonton anime kyoukai no kanata (buat lo serius rame tuh anime), dan setelah itu duduk manis (cuma 4 orang), sisanya pada duduk dengan sangat semangat (baca: sekarat) karena eh karena gurunya datang. "Assalamualaikum" salam guru Indonesia yang ngajar dikelas gue, (ya iyalah klo kagak ngajar dikelas gue, ngapain dia ngajar dikelas gue), yang dijawab dengan penuh semangat (baca : died) oleh semua temen-temen gue.

"Buka bukunya dan baca cerita essei ini oleh... Maulana". "errr iyaa pak.." dan temen-temen gue tertawa dengan muka "Mampus lo goblok!" dan gue cuma menghela nafas dan mengusap-usap paha gue aja. *bosen ngusap-ngusap dada mulu*

***

Suatu hari ada perlombaan mobil balap yang akan diadakan, dan ternyata ada 4 orang yang masuk final, semua orang memamerkan mobil balapnya, banyak mobil balap bagus dipajang disana, walaupun begitu ada satu mobil yang sederhana, yaitu mobil punya Mark. Walaupun begitu ia bangga dengan mobil buatan tangannya dan memang begitulah aturannya. Dan waktu untuk pertandingan pun hendak dimulai, namun Mark meminta waktu untuk berdo'a. "yak selesai". Dor. Pertandingan pun dimulai, ke empat mobil balap itu melaju dengan cepat dan yang pertama sampai garis finish adalah Mark, dan akhirnya Mark dipanggil sebagai pemenang dan hendak mengambil piala itu ke atas panggung.

Ketika dipanggung ia ditanya "hai jagoan, pasti kau berdo'a untuk meminta kemenangan mu kan ?". Mark hanya menggelengkan kepala, lalu menjawab "Aku hanya berdo'a agar Tuhan memberikanku kekuatan jika aku kalah, dengan begitu aku takan menangis walau kalah, rasanya tidak adil kalau kita berdo'a agar kita menang dan mendo'akan yang lain untuk kalah" semua orang termenung mendengar perkataan Mark, dan ia dinobatkan sebagai pemenang mobil balap itu"

***

Gue cuma termenung mendengar cerita yang gue bacakan, mungkin benar, kita sering berdo'a untuk mendapatkan posisi satu dan menumbalkan yang lain, dan sejak itu gue terlintas akan kepinginan gue untuk melanjutkan di Kedokteran Unsoed, gue dan semua orang pastinya berminat untuk masuk kesana, dan gak menutup kemungkinan gue mungkin gak keterima atau mungkin diterima, dan semua itu gak bakal ada yang tau, semuanya rahasia Tuhan. Dan saat itu gue berdo'a bukan agar Tuhan membantu / memudahkan gue agar bisa masuk Ke FK-Unsoed (dengan kata lain orang lain dipersulit), tapi berdo'a agar gue dan keluarga gue diberika kekuatan ketika gue tidak diterima di FK itu, dan gue akan tetap berusaha supaya gue bisa diterima di FK-Unsoed.

Mudah tapi sulit, namun setidaknya walaupun gak keterima Tuhan akan menunjukan jalan yang ternaik bagi gue untuk masa depan gue, dan setidaknya gue udah belajar 1 hal dari hal ini, gue belajar untuk Ikhlas akan segala hal yang gue terima di kehidupan gue. Bukankah dokter juga didasari rasa Ikhlas dalam melayani pasiennya ? Siapapun itu, dibayar atau tidaknya, prioritas utama adalah keselamatan pasiennya, baik kawan ataupun lawan, Presiden ataupun rakyat jelata.

"Jadi apa kesimpulan cerpen ini ?" tanya pak Djudjun ke gue. Dengan lantang gue jawab "kita harus menolong pasien apapun yang terjadi" dibarengi wajah gue yang tersenyum dan muka bingung guru bahasa Indonesia gue.

Senin, 11 November 2013

Sweet Seventeen

Sweet seventeen, hmm... hal yang wajar bagi anak remaja, pengertiannya ? Gak perlu gue jelasin semuanya pasti udah tau, tapi yang jelas pada tanggal 10 November gue menginjak umur 17 tahun itu, agak gak kerasa juga yah, padahal kemaren gue masih kaya anak kecil yang unyunya bikin semua orang pengen nyubit, sesangkan sekarang orang disekeliling gue malah kena serangan pingsan mendadak karena radiasi kegantengan gue, tidak hanya manusia, hewanpun akan pingsan ketika melihat gue, yang seketika gelombang radiasi alfa beta gamma memyerang mereka yang membuat mereka kehilangan kesadaran hewan mereka dan berubah menjadi seseorang yang liar, okeh lanjut kepada judulnya.

"ciee yang besok ulang tahun" kata pacar gue,
"ciee yang besok gak ulang tahun" kata gue, yang membuat wajah cantiknya tertawa pelan, seketika gue ingat sama mendiang ibu gue, yap.. mendiang ibu gue wafat pada tanggal 9 april tahun ini, gue inget kalau dulu waktu gue kelas 1 smp (dengan wajah masih 11-12 dengan christian bautista + belom ternoda) waktu itu dia bikin nasing kuning buat dimakan sama temen-temen kelas gue waktu itu makan bareng di rumah gue, gue juga inget waktu ulang tahun gue yang dimana wajah masih 11-11 dengan nobita + kepolosannya shizuka, walau polos gue berbadan kekar seperti giant, dan selama itu gue hidup bagaikan suneo yang selalu memberikan kejutan dan sering menolong seperti doraemon dan jadilah gue si Noshi Gisudo, (nobita shizuka giant suneo doraemon) oh iya waktu itu juga gue selalu berprinsip bahwa segala yang gue lakuin selalu berhasil jadi gue adalah noshi gisudo the exploler (yeahh └(^o^)┘)

Ehem kembali ke postingan, pada saat gue ingat mendiang ibu yang gue rasain.. sedih, tapi gue sedih bukan karena gue gak terima akan kenyataan, hanya sedih hal yang wajar aja.. secara gue itu deket ama mendiang ibu gue, gue curhat ke ibu gue, gue putus terus nangis ke ibu gue, gue minta dibayarin pulsa ke ibu gue, gue minta uang jajan ke ibu gue, dan semuanya, dan sekarang itu cuma kenangan bagi gue, sebab seseorang yang mati hanya akan hidup didalam kenangan seseorang, dan gue rasain bahwa mendiang ibu gue selalu ada disekiling gue.

Dan gue juga pernah baca ada postingan orang yang mengatakan "sedih sweet seventeennya gak punya pacar", yang membuat gue bertanya pada diri gue sendiri yaitu "lo sedih gak sweet seventeen lo gak ada orang yang lo sayangi ?"

Jawaban gue : gak lah, sebab gue tau mendiang ibu gue ada disisi gue dan gue juga hidup gak sendiri sebab gue juga hidup sama beberapa orang yang gue sayangi juga.

"hey.." kata pacar gue yang ngebangunin gue dari lamunan
"kenapa ?" tanya dia lagi
"gak kenapa napa kok.." jawab gue dengan senyuman.
"oh iahh ayang mau kado apa dari aku ?" tanya dia ke gue
Gue perhatiin matanya dalam-dalam seraya gue tersenyum gue menjawab
"aku gak perlu kado apa-apa kok".. lalu gue berkata dalam hati gue 'sebab Tuhan telah memberikan kado special pada gue yang tengah menginjak 17 tahun ini

Dan kado itu adalah,....
mereka yang gue sayangi...

Selasa, 05 Maret 2013

Seorang Pacar

"Eh dik, tau gak gue putus" kata temen gue,
"Oh.." Jawab gue percaya
"Cuma 'ohh..' doang..?"
"Wow, masa ? Ciyus lo ? Kasian banget ih lo ? Eh lo beneran kan gak bohong ? Eh bentar-bentar apa yang gue denger ? Lo putus ? Oh my god, gue gak nyangka ?" Gue jawab dengan terpaksa, yang malah dibalas dengan pukulan di punggung gue "capek gue ngomong ama lo !!" Jawab temen gue yang akhirnya sadar kalau ngomong ama gue wajib bawa palu 2 Ton agar pembicaraannya normal.

"Kenapa lo putus ?" Tanya gue yang akhirnya balig dan sadar dari dunia hitam kebodohan gue.
"Dianya masih cinta ama mantannya !!"
gue sih ingin banget jawab "ohh.." namun gue urungkan setelah melihat tangannya megang pulpen castello, gue mikir cukup tajam untuk ngebunuh gue yang mantan bekas pesertan B-Man.
"Ya udah gue putusin aja, soalnya dia nganggap gue bukan apa-apa, hanya sekedar adik kelas". Gue cuman ngangguk-ngangguk aja + manggap kaya ikan gurame ngedengerin tuh radio nyerita tentang cerita yang kagak jelas dan bermutu itu, namun karena gak ada radio lain, gue dengerin aja.

Entah kenapa kata temen gue berinisial MD *nama samaran* bilang "Maret bulan kesialan", alasannya jelas banyak temen gue yang putus *kalau gue alhamdulillah enggak, syukur-syukur masih langgeng deh, amiin* alasan putusnya pun bervariasi, karena masih suka mantan pacarnya, gak suka ama tingkah laku pasangannya, karena hobinya ngoleksi nama mantan di kertas amplop yang penuh tulisan korea.

Bagi gue sih seorang pacar itu tidak sekedar seorang pacar, tapi pacar menurut gue yaitu : kakak, adek, teman, sahabat, musuh.
Kenapa ? Karena eh karena, sebuah teori yang gue buat saat mandi *ok gak bermutu* saat gue membasuh badan sixpack (baca : tif-ex) tiba-tiba gue dapat ilham dan menemukan teori yaitu:

"bahwa seorang yang kamu kasihi, cintai atau orang yang mengasihi dan mencintai bisa bertransform menjadi yang kita inginkan".
Ehem.

Maka dari situlah, gue Prof. Dr. Maulana Ashadi N, S.Ked, M.Ked, spGK, M.CK. menulis dalam sebuah buku yang berjudul "ketika cinta merubah semuanya" membuktikan bahwa pacar bisa menjadi musuh, adik, teman, kakak, sahabat (Mudik tekas).
Alasannya

1.Musuh = musuh itu dimana kita saling mengalahkan, masa pacar udah dapet ranking 4 kita masih ranking 7.

2.Adik = adik identik dengan cari perhatian dan akan meminta perlindungan kepada keluarganya, so lidungi kekasih kalian. Gimana cewek ngelindungi cowoknya ? Lindungi hati cowok kalian agar gak terluka.

3. Teman = seorang pacar mampu bisa membantu apa yang diperlukannya olah pacarnya, dia akan berusaha membantu, takkala dia tidak bisa dia akan berkata "maaf, aku hanya bisa membantu sampai sini". Dengan jawaban lembut dan sedih ia menyesal tidak bisa membantu pasangannya. Asoi.

4. Kakak = seorang pacar harus bisa mendukung dan mengingatkan takkala ia salah, so dukung bila baik dan ingatkan bila ia salah.

5.sahabat = seorang pacar bisa membantu pasangannya saat ia bersedih, dan menghibur segala untuk tersenyum.

Itu menurut gue.

Senin, 04 Februari 2013

Just i feel it


Waiyaya, selama gue gak posting di blog, gue juga ngebikinlah curahan hati gue dan pemikiran gue di word dan di save di Laptop gue dan ini, pemikiran gue selama kurang lebih 2 bulan tapi, sebelum anda lanjutin baca postingan saya, saya minta anda harus tau bahwa ini hanyalah ilustrasi saja, ini bukan cerita nyata, ini bukan sebuah keajaiban, ini bukan hal-hal yang berbau menduakan Tuhan,atau hal-hal yang berbau magic, sihir, dan ilmu hitam. Ini murni Ilustrasi saja.
          Dan semoga anda bisa mengambil hikmah dari postingan yang saya buat.
***
          Tanggal 18 Januari, waktu itu gue sedang belajar biologi di kelas Bio 1 di Sekolah gue tentunya. Dan tempo hari guru itu ngejelasin bab “Virus”, dan gue merhatiin semua hal yang beliau ajarkan dari asal-usul virus, ilmuwan atau orang ahli yang meneliti virus, ciri-ciri virus, cara berkebang biakan virus dan segala hal.
          Dari sana gue bisa mendapatkan ilmu tentang virus, bahwa : “Virus berasal dari kata Vircoon yaitu, racun, racun disini adalah organisme kecil yang apabila mahluk yang dihinggapinya akan mengalami, gangguan metabolisme, kehidupannya terganggu, terlambatnya atau terganggunya pertumbuhan hingga kematian”
         

Dari sanalah banyak orang yang meneliti virus salah satunya adalah Dimitri Ivanoski, ilmuwan yang berasal dari Russia yang menguji penularan virus itu pada tembakau dengan mengoleskan getah tembakau yang sakit, pada tembakau yang sehat, dan sebelumnya getah itu sudah di filter sehingga virusnya saja yang digunakan tanpa bakteri, dan diketahui bahwa tembakau yang sehat tersebut tertular.
Dan setelah itu ilmuwan dari Amerika pada tahun 1395, Wendell Stenley berhasil menyimpulkan bahwa virus yang menyerang tembakau tersebut adalah Tobacco Mosaic Virus (TMV).
Gue berpikir, seandai-andai gue itu bisa berbicara dengan semua mahluk hidup yang terkena virus kecuali, manusia.
Kalau manusia terkena penyakit itu mereka kebanyakan, sering mengucapkan hal-hal yang yang gue kira gak perlu di ucapin. Contohnya, suatu hari si Fulan itu haus, karena gak punya uang, ia minum air keran,  terus dua hari kemudian ia diare, terus berobat ke dokter dikasih obat, terus ngomong ke dokternya “Kok perut saya jadi gini yah, padahal saya gak pernah makan yang pedes-pedes atau sejenisnya, saya rasa ini ada yang ngomongin saya gak bener” misalnya.
Coba, kenapa kita gak teliti dengan ilmiah, dengan pemikiran kita, penyebab kita kenapa bisa diare, dan alasan si fulan begitu, karena kita tidak ikhlas menerimanya.
Kenapa kita tidak seperti  hewan lainnya, yang lebih baik diam, daripada harus ngelakuin hal yang lain. Gak percaya ? Sebagian besar Anjing kalau sakit jika dia anjing yang aktif, maka ia akan diam, tau kenapa anda anjing tersebut diam ?
Sebab ia bukan apa-apa, tapi ia menerima penyakit itu dengan ikhlas, memang tidak ada yang mengetahui, tapi menurut talar otak gue, anjing itu ikhlas dan seperti tau bahwa penyakit itu bisa membuat dirinya mati.
Dan entah kenapa otak gue seperti mengerti akan apa yang ada diperasaan si Anjing itu, dan menurut talaran otak gue, anjing itu berkata
“Tuhan, aku diciptakan olehMu, Kau memiliki kuasa penuh untuk mencabut nyawaku atau menyembuhkanku dengan berbagai cara, entah itu aku disembuhkan dengan secara tiba-tiba, atau ada orang yang akan merawatku, atau jalan yang Kau kehendaki tanpa sepengetahuanku, sesungguhnya jika memang benar ada orang yang menyembuhkanku, maka aku akan membalas budi pekerti orang tersebut, sebagaimana ia menyelamatkan nyawaku sesuai petunjukMu, dan apabila Engkau berkehendak untuk mencabut nyawaku, maka.. sesungguhnya aku ikhlas atas semua kehendakMu”
Dan apakah menurut anda sama ? Dan saya mohon lagi ini hanyalah Ilustrasi, bukan kisah nyata, atau ilmu magic, sihir, dan ilmu gelap lainnya. Just, i feel it!

Sabtu, 29 Desember 2012

Cewek Cowok "sama", siapa yang "Salah" ?

Apanya yang sama ?

Gue ama Raffi Ahmad ? atau gue sama Chris Benoit ? apanya yang sama ?? yang jelas gue adalah gue sendiri walau banyak orang yang ngomongin gue kaya afgan! *waw* nihh asli ceritanya waktu SD padahal badan gue lebih mirip Chozi Akamichi daripada Afgan. Entah kenapa yang jelas saat ini gue belom tau alesannya.

Kembali ke kasus, disini gue cuma mau ngejelasi tentang kegalauan remaja Indonesia, yang dimana pernah gue lihat (cukup sering) baca status yang intinya :

"Cowok itu semuanya sama, sering nyakitin ceweknya"

Gue selaku cowok (walau masih diragukan), gak enak dong disamain ama cowok yang sering nyakitiin ceweknya, makannya sekarang gue bahas tentang ini.

Menurut gue, setiap orang berbeda, walaupun yang kembar pasti ada bedanya. Terus soal kasus diatas, kenapa si cewek mikir si cowok sering nyakitin cewek ?? Kan sering juga si cewek nyakitin si cowok! (Bener gak ?!)

Malah pernah gue baca status : "Kenapa sih cowok lebih mudah ngelupain mantan, beda ama cewek"

Gue pikir gue gak gitu kok ?! Malah banyak cewek yang baru putus 3 hari langsung 'fine' besoknya udah ketawa, dan si cowoknya menderita makan hati. (Bener gak ?!). Banyak kejadian atau tindakan yang menyudutkan cowok, tapi ada juga cowok yang nyudutin cewek kaya diatas (Bener gak ?!). Malah ada kasus si cowok ngegantung si cewek berbulan-bulan, ceweknya cuma diem, makan ati, nangis... (bener gak ?!)

Jadi yang salah itu cewek atau cowok ?

Cowok yang salah atau cewek yang salah ?? =P

Jumat, 28 Desember 2012

Improve your Life!

           Ada hal yang ingin gue pastiin, dari setiap perjalanan dan tujuan kita, apa itu ? entahlah, gue juga belum begitu tau, dan belum terlalu memerhatikannya, namanya juga baru "ingin". Hal yang terpikir sama oleh gue, saat mengetik perkataan dan postingan ini adalah, sama layaknya ketika air sungai mengalir dari gunung atau mata air menuju daratan terendah rendahnya.

            Bedanya disini mata airnya diungkapkan atau disamakan dengan otak dan pemikiran gue, dan semua yang terselip dan terpikir hal yang melintas di otak gue, gue ketik di komputer Dell yang huruf 'Z'nya sudah tidak berbentuk.

           Pernah gue ingat, di postingan yang dahulu, gue pernah mengetik sebuah kalimat yaitu "Jika kita dapat mempengaruhi suatu kata, maka hal sebaliknya pun juga bisa terjadi". Gue sadar, ketika gue baca suatu kalimat atau bacaan, maka 0,01 derajat arah titik pandang kita atau cara pemikiran kita berubah, itu yang gue rasain.

           Dari sana gue simpulkan, bahwa kehidupan kita itu gak ada yang tau apa yang akan terjadi setelah kita melakukan hal tersebut. Tidak ada satupun kita tahu, tidak ada satupun kita yang mengetahui, apa yang akan terjadi setelah kita melangkahkan kaki, demi langkah kita berjalan kedepan, kita hanya memiliki akal dan pegangan hidup saja. Dimana itu akan digunakan ketika kita goyah pada pendirian, dan terjatuh di kehidupan dunia ini.

         Gue tahu bahwa kehidupan itu seperti panggung seni, kenapa ? di panggung seni kita tampil didepan  banyak orang, dan kita tidak tau sedang apa disana ? sama seperti kita terlahir disini, sama seperti yang sedang kita lakukan sekarang, sama seperti apa yang anda lakukan, yaitu membaca postingan yang gue buat, atas dasar apa anda membaca postingan ini ?

          Dikehidupan yang nyata kita tidak tau, dan oleh karena itu kita perlu lihai dalam memilih semua tindakan, dan itu sama seperti judul postingan ini. Improve your Life! Kehidupan kita harus ditentukan oleh kita, semua jawaban pada kehidupan nyata, ditentukan oleh cara kita memecahkan suatu masalah yang sedang melanda, dan menimpa kepada kehidupan kita =)

=) So, Improve Your Life!! (=

That My Argument!!

Waiyaya!

Oke para readers, sekarang gue mau ngomongin soal masalah, tapi menurut gue si Lucu banget, soalnya kenapa, because, ada beberapa orang yang sedang bertengkar (baca : memperdebatkan) suatu masalah, yang ada sangkut pautnya di blog gue, kalau mau liat fullnya, bisa dibaca disini =D

Sedangkan disini gue mau ngejelasin singkatnya aja deh..=D, tapi klo udah baca nih postingan langsung aja coba liat di TKP (Tempat Kejadian Pertengkaran) hahahaha...=D

Ceritanya itu gue mosting soal yang "Games Online" nah, waktu itu gue menyampaikan suara gue, atau pendapat (argumen) gue, tentang sebagian pemain games online, kenapa ? Pernah kejadian waktu gue, (atau mungkin sering kali yah atau pernah anda rasakan juga) bahwa, para pemain online, merasa merekalah satu yang ada di ruangan itu, bahkan mereka bermain dengan berteriak atau memukul-mukul aset warnet tersebut.

Gue pikir, itu aset harta warnet kalau dalam pelajaran akutansi, mungkin itu termasuk Aktiva Harta (point Peralatan), kebayang dong, kalau itu meja di pukul-pukul, keyboard, mouse, di pukul-pukul. Mungkin tuh barang akan rusak, dan padahal mouse, keyboard itu dibeli menggunakan uang, bukan daun yang bisa kita cari dengan mudah.

Dan setelah gue posting, pada tanggal 4 November, ada yang coment, dan bener. Nih coment semuanya bikin gue ketawa, why ? Karena jadi ada 2 kubu, 1 kubu yang ngerasa bahwa, "Emang suasa warnet itu seperti itu" dan ada kubu lainnya bahwa "kubu yang satunya gak pantas komen kaya gitu, seharusnya mereka ngehargain blog gue"

Kalau gue, sih mau ngejelek-jelekin atau ngebelain, itu terserah, kenapa ? karena gue tau, gue bikin blog cuma untuk menyalurkan 3 hal yang gue cantumin di sub-title di blog. yaitu :
  • My Story
  • My Argument
  • My Life
Makannya gue gak bakal marah, sebab itu argumen gue, (pendapat gue) dan yang koment adalah pendapat mereka (argument dia) terus apa yang ngebuat perselisihan ?

Cuma kalau aja, apa kalian yang membaca postingan ini, apa kalian mengerti apa yang saya tuliskan ? apakah menurut kalian kita, pengguna jasa warnet pantas memukul-mukul keyboard, mouse, bahkan berteriak-teriak ?

Bagi kalian yang ingin atau ikut berbagi suara, silahkan dengan cara ketikan Komentar anda di kolom yang saya sediakan di bawa dan selesai, ada kalimat "Beri Komentar Sebagai" nah, untuk menjaga keamanan anda, maka gunakan anonymous, atau jika anda rasa anda ingin mencantukan nama silahkan anda ikut bergabung menjadi friends di Blog saya, menggunakan Acount :
  1. Google! Mail
  2. Yahoo.com
  3. Netlog.com
  4. etc.
Dan setelah itu klik tab "Publikasikan"

Happy enjoy!

Kamis, 27 Desember 2012

The Last



                Kamis, 25 Oktober, kebetulan aku berada dikelas Chemistry 1 dimana aku dan yang lain sedang membahas tentang sebuah ikatan kimia. Mungkin yang sekarang sedang ngebahas ikatan ion. Wanita cantik itu menjelaskan bahwa ikatan ion di pengaruhi akan eleketron valensi pada setiap atom unsur, yang lebih disingkat ‘eval’. Seketika temanku berkata “..Jadi kau yang menentukan kelas kita, Wildan karena kau-lah absen terakhir di kelas kita.”

                Well, pembelajaran itu memang harus dibarengi dengan canda dan tawa, coz’ dengan itu, kemampuan kita memahami lebih besar, ketimbang kita serius dan hanya diam saja yang ngebuat leher pada pegal-pegal karena tegang. Banyak temanku yang menanggapi pernyataan itu dengan ketawa atau hanya senyum-senyum saja. But, hanya aku yang tidak menanggapi pernyataan itu, yang ada hanyalah perkataan perempuan muda yang polos itu mengiang di telingaku.




                Yang terakhir, The last .. ?

                Kenapa ikatan ion dipengaruhi akan electron terluar sub-kulit atau elektron valensi ? Entahlah, diriku bukan seorang peneliti atom, seperti John Dalton, atau Neils Bohr


****

               
                 Memang benar, seseorang akan disimpulkan bahwa ia baik atau benarnya tergantung dari hasil akhir dari kejadian yang ia lakukan. Misalkan, saya di test bermain gitar dan mendapatkan nilai 90 sedangkan kriteria kelulusannya adalah 76 maka dari hasil akhir itu saya dikatan lulus.

                Tapi, sebaliknya jika hasil test gitar saya adalah 50 dan kriteria kelulusannya 76, maka dari hasil akhir itu saya bisa dikatana bahwa saya tidak lulus. Akhir dari suatu kegiatan bagaikan kita menulis suatu tulisan diatas kertas putih. Awalnya bagaimana, konflik ceritanya seperti apa, alurnya begini-begitu, dan diakhiri dengan “Happy-end”


                Tapi tidak semua yang kita harapkan akan berakhir sesuai dengan yang kita harapkan. Yap, kehidupan tidak selalu lurus sebagai jalan tol, tapi kadang kala, kita melewati jalan yang menanjak, menurun, tikungan tajam, bahkan ada yang licin pula.

                 Semuanya penyebab tadi mampu membuat kita jatuh ke dasar jurang yang disebut kesedihan. Semakin kita terjatuh, semakin kita terbiasa akan konflik yang sama yang mungkin akan kita hadapi dan jumpai kelak, dan agan mencegahar agar kita tidak terjatuh kembali.

          Kehidupan manusia tidak selalu berakhir mulus sesuai harapan kita, tapi kita sebagai mahluk berakal perlu mengusahakan agar kehidupan ini dengan harapan kita, walau tidak mulus tapi sesuai dengan keinginan. Dipenghujung waktu pembelajar, wanita itu berdiri seraya berkata “..Atom melepaskan electron atau menerima electron untuk stabil atau sama seperti gas mulia yang bermuatan elektron valensi 8”
                 
                  Diri ini memancarkan senyuman penuh arti.





“Bila atom stabilnya 8, tapi manusia stabilnya jika ia mampu mendapatakan apa yang ia usahakan sepenuh jiwa, sepenuh raga, sepenuh hatim untuk hidup bahagia disini sekarang, atau disana masa depan”
 

Ini pernyataan saya ? Penyataan anda

Minggu, 16 September 2012

Friend(s) or

Friend(s), Teman..

Kita Tentunya memiliki teman bukan ?

Lo punya temen ? Kalau punya itu temen lo berapa.. (widihhh banyak bukan ?!). Okey sekarang gue, sekaligus orang yang memiliki banyak teman (dan kagak tau berapa jumlah temen gue). Mau ngebahas tentang Temen.



Hm,.. Temen itu ada banyak yah, ada :

  1. Temen TK
  2. Temen SD
  3. Temen SMP
  4. Temen SMA
  5. Temen Kuliah
  6. Temen Kerja
  7. Temen Kecil
  8. Temen Sepermainan
  9. dst.
Yang namanya temen menurut temen gue si miun itu katanya.. "...Temen itu kalau kita senang dia akan menjauh, tetapi kalau kita sedih dia akan mendekat untuk menghibur..." entah apa pemikirannya, karena gue beda otak ama dia.

Dan gue juga pernah denger "Somethings"  tentang temen, berasal dari Bapak Motivator yaitu Mario Teguh seperti ini : "...Teman itu sumber rejeki, perbanyaklah teman anda oleh karena itu rejeki yang anda dapatkan peluangnya lebih banyak..."

Kata orang "Temen itu bisa dijadiin Sahabat atau Bestfriend" dimana dia akan selalu menemani lo, ketika lo sedih atau ketawa, ketika lo jatuh atau bangkit dan dia akan selalu mendukung lo dalam hal kebenaran dan menengur lo dalam hal kesalahan.

Kebayang kita selama hidup kita memiliki teman yang buanyak bener!!!, Dan pernah lo denger pepatah "1000 Teman itu sedikit, 1 Musuh itu banyak", tapi buat gue tidaklah begitu menurut gue "Sebanyak-banyak Temen lo, tapi yang paling setia adalah cuma satu yaitu 'Temen Hidup'"

Coba lo bayangin dari sahabat, bandingin ama Temen Hidup..

Mana yang akan nemenani kita ?

Mana yang akan membantu kita ?

Minggu, 26 Agustus 2012

Yang Berharga

Yang Berharga...

"Berapa harganya ? Apakah sangat tinggi ?" tanya pria muda tersebut kepada lelaki tua yang bungkuk,

 "Yaa sangatlah berharga, bagiku"

"Apa itu ? Tunjukanlah ?"

Lelaki tua itu tersenyum rahasia, ia berjalan-jalan tanpa arah dan tujuan. Pria muda itu terlihat bingung melihat tingkah lelaki bungkuk yang rambutnya sudah memutih dimakan usia, ingin ia tanyakan apa maksud lelaki tua itu, tapi ia hanyalah memerhatikannya. Tepat didepan laut lelaki tua itu berhenti, dan duduk di kursi kayu yang sudah seusia dirinya.

"Apa yang berharga bagimu, anak muda ?"

"Yang berharga bagiku ?"

"Yaa.."

"Kau lihat, aku yang bergelimbang harta dan kekayaan serta kepintaraan sangat memiliki banyak barang yang berharga.."

"Benarkan ?"

"Yaa.. tentu saja"

"Sebutkanlah.."

"Kau lihat mobil disana,"

Lelaki itu mengangguk kecil sambil melihat kearah yang ditunjuk oleh pria muda itu.

"Kau lihat Castle di bukit itu"

Lelaki itu melakukan hal yang sama.

Pria muda itu dengan gerilyanya berkata ini-itu, tetapi jawaban lelaki tua itu hanyalah mengangguk-mengangguk dan mengangguk. Pria muda itu terlihat kesal akan tingkah lelaki itu yang sama akan semua hal yang berharganya.

Dengan nada kesal pria muda itu berkata "Aku sudah menyebutkan dan menunjukan semuanya yang berharga bagiku, sekarang tunjukanlah dan sebutkanlah yang berharga bagimu"

Pria tua itu menatap wajah lelaki muda itu dalam-dalam. lalu berdiri menghadap bulan purnama yang bersinar.

"Dulu diriku sama denganmu, penuh dengan gelimbang harta dan kekayaan, dan yang berharga bagiku sama halnya layaknya dengan dirimu, mobil, rumah, perhiasaan, adalah hal yang berharga bagiku, tapi ketika sekarang diriku sudah dimakan usia aku berpikir yang berharga bagiku bukan lah itu semua.."

"Apa itu ?"

"Yang pertama paling berharga bagiku adalah, Waktu, Cinta, dan Karunia Tuhan"

Pria muda itu tampak bingung dan tidak mengerti apa yang lelaki tua itu jelaskan.

"Sekarang umurku sudah tua, dan kematian siap menjemputku kapan saja, diriku ingin sekali mengulang ke masa lalu, diriku mengingat dimana diriku pergi ke Club malam, berpesta pora bersama teman-teman, menghamburkan uang, pergi tanpa seizin ayah dan ibuku, dan selalu membuat mereka kesal."

"Cinta, dulu diriku sangat kaya bahkan wanita banyak yang mau menjadi kekasih ku sampai aku menikah, waktu itu aku menikahi wanita berumur lebih muda 10 tahun dariku, ia sangat cantik, tapi sekarang diriku ditinggalkan oleh nya dan oleh anak-anakku, mereka semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, berpesta pora dan bermain di club malam"

"Dan yang terakhir mungkin diriku tidak akan seperti ini, kalau tidak di izinkan oleh Tuhan untuk menikmati hidup ini, Ketika diriku bernapas, ketika diriku melihat bulan purnama yang memancarkan indahnya sinar bulan, menerangi hidupku ini"

Pria itu memandang lelaki muda itu tanpa sepatah kata.

"Bagaimana pendapatmu wahai anak muda ?"

Selasa, 21 Agustus 2012

Before I die . .

Before I Die .  .  .

Sebelum aku mati. . .

Tenang sob, ini bukan surat wasiat buat semua orang. Terus ? Ini cuma sebuah kata tetapi kata yang cukup membuat seseorang 'checkmate' atau Skak-Mat kalau dalam permainan catur. Why ? Coba lo bayangin ketika lo ketemu ama orang terus dia tanya :

Dia : Before you die what do you want ? (Sebelum lo mati apa yang ingin lo lakuin)

Lo : *Jawab aja dalam hati lo, sekarang*

Ketika itu kita punya beberapa pilihan :
  1. Lo jawab aja
  2. Lo mending diem
  3. Lo tinggal pura-pura gak denger
  4. Pura-pura lo gak bisa denger
  5. Pura-pura kagak ngerti apa yang dia katain pake bahasa tarzan (aa-uu-aa-uu)
  6. dsl. (Dan seterah Lo)
Semuanya akan berbau hal yang bersifat negatif kalau lo gak jawab, tapi tetep otak lo mikirin kata-kata itu. kalau lo jawab, inget sebuah perkataan adalah do'a brew... jadi lo mesti ati-ati kalau ditanya kaya gini. (Dan gue yakin emang bakaln ada yang nanya kaya gitu ? tapi entalah setelah gue posting ini gue harap lo hati-hati ajehh.. takut lo lagi jalan ditanya kaya gituu..)

Dan itu semuanya gue dapet dari sebuah poto yang gue cari lewat situs lain selain google.com, yaitu strumbleupon.com, dimana gue iseng cari cari lalu ketumu poto-poto ini. Poto dibawah ini berasal dari negara bagian barat entah disebalah mana yang diceritakan bahwa ada rumah tua yang kosong lalu oleh seseorang dibuat menjadi rumah 'Before i Die..' disalah satu tembok dengan cat hitam dan setiap melewat boleh mengisi kolom yang disediakan :

















Menurut lo apa ? Bagaimana ?